Sabtu, 15 Februari 2014

Sebuah Perspektif Tentang Ketuhanan


Sidharta Gautama tidak pernah mau diajak bicara tentang Tuhan. Ia selalu merasakan kehadiran Tuhan. Beliau sadar bahwa semakin banyak membicarakan Tuhan semakin jauh terpisah dengan Tuhan. Kita seringkali menghadapi hal demikian dalam kehiduan sehari-hari.
Analoginya:
Jika orang atau saudara terpisah jauh, kita seringkali membicarakannya. Tetapi jika orang tersebut hidup dekat dengan kita, semakin jarang membicarakannya. Untuk apa membicarakan orang yang dekat dengan kita? Demikian juga dengan Tuhan. Semakin sering dibicarakan, semakin jauh rasa keterpisahan dari Nya.

Mereka yang merasakan kehadiran Tuhan di barat, timur, dan dimana-mana, tidak akan berani melakukan perbuatan berlawanan dengan perintah Tuhan. Perintah Tuhan hanya satu dan sama: Kasihilah sesamamu seperti kau mengasihi diri sendiri.

Tindakan kekerasan dengan cara menghakimi orang lain membuat diri semakin terpisah dari Tuhan. Bagaimana mungkin terus membohongi diri sendiri? Untuk mengejar pahala? Pahala pujian sesama manusia atau Tuhan? Yang jelas Tuhan tidak bakal memberikan pahala pada manusia yang arogan dan merasa suci sendiri.
Merasa suci adalah bukti semakin jauh dari sifat melayani. Sifat hamba Tuhan adalah sifat melayani sesama.

0 $type={blogger}:

Posting Komentar