Revolusi Arah Pergerakan Mahasiswa Menuju Pembangunan Karakter Pancasila yang Berwawasan Kebudayaan



Revolusi Arah Pergerakan Mahasiswa Menuju Pembangunan Karakter Pancasila yang Berwawasan Kebudayaan

Jika berbicara tentang mahasiswa berarti berbicara tentang perubahan, berbicara tentang perubahan berarti berbicara tentang mahasiswa”
Perubahan, pembangunan serta social control merupakan suatu hal yang tidak mungkin dapat dipisahkan dari Mahasiswa, yang mana telah menjadi tanggungjawabnya untuk bersuara mengawal pembangunan bangsa. Mahasiswa sebagai agent of change memiliki artian bahwa ia terbuka dengan segala perubahan yang terjadi di tengah masyarakat sekaligus menjadi subjek dan atau objek perubahan itu sendiri. Dengan kata lain mahasiswa adalah aktor dan sutradara dalam sebuah pagelaran social control masyarakat serta kebijakan pemerintah.
Tidak  bisa dipungkiri bahwa mahasiswa juga merupakan harapan untuk menjadi para pemimpin bangsa di masa depan yang memiliki kemampuan intelektual, tangguh dan berakhlak mulia. Demi mewujudkannya, tentu saja tidak cukup hanya mengandalkan ilmu dibangku perkuliahan namun memerlukan juga softskill yang diperoleh pengalaman, kreatifitas serta ketangguhan dalam menghadapi segala kondisi dalam lingkungan masyarakatnya. Maka dari itu mahasiswa yang mengawal kebijakan pemerintah ataupun yang terjun langsung dalam masyarakat sesungguhnya juga mendapatkan pembelajaran yang sangat berarti demi perkembangkan pembangunan karakter calon pemimpin bangsa.
Sejarah telah mengukirkan banyak cerita tentang bagaimana peran mahasiswa dalam perubahan kondisi bangsa dan negaranya mulai dari zaman kenabian, zaman kolonialisme hingga zaman reformasi. Tumbangnya Orde Baru juga tidak terlepas dari perjuangan mahasiswa yang menginginkan adanya reformasi menuju pemerintahan yang lebih baik. Sifat kritis dari mahasiswa inilah yang akan menjadi satu-satunya ketakutan dari pemerintah untuk melakukan penyimpangan. Tentu saja pemerintah tidak akan pernah luput 100% dari penyimpangan maupun kepentingan karena memiliki kesempatan yang terbuka lebar untuk melakukannya. Maka dari itu masih sangat diperlukan peran serta Mahasiswa sebagai aktor independent untuk mengawal segala kebijakan pemerintah tersebut.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman , pasca runtuhnya Orde Baru tampaknya pergerakan mahasiswa menjadi kehilangan arah. Suara rakyat dari mahasiswa berada dalam masa terpuruk bahkan banyakpula disusupi dengan kepentingan politik. Bahkan ketika berbicara tentang mahasiswa yang terbayang adalah sosok individualis dan self centered yang hanya memikirkan diri pribadi saja tanpa mempedulikan lingkungan sekitarnya. Motifasi menjadi seorang mahasiswa telah terbangun hanya untuk segera lulus, IPK tinggi dan langsung berebut mencari kerja jarang sekali yang masih berpikiran tanggungjawabnya pula untuk mengawal kebijakan pemerintah atau mengabdi kepada masyarakat. Semakin terpuruknya pergerakan mahasiswa kini tidak hanya bersifat apatis bahkan hingga sampai menghujat aspirasi aksi mahasiswa karena dianggap melakukan hal yang tidak penting dan membuang-buang waktu saja.
Disisi lain permasalahan bangsa semakin berkembang mulai dari degradasi Ketuhanan, kemanusiaan , krisis keadilan dan juga semakin terpecahbelahnya persatuan Indonesia yang berbagi atas kelompok agama maupun kelompok etnis. Konflik terjadi dimana-mana yang mengatasnamakan agama, gerakan separatism terjadi di banyak tempat setalah Gerakan Aceh Merdeka muncul pula Republik Maluku Selatan dan juga Organisasi Papua Merdeka. Pancasila dengan nilai luhur Bhineka Tunggal Ika menjadi semakin kabur oleh egosentis dari kelompok tertentu yang menindas kelompok lainnya. Degradasi Pancasila ini tidak hanya berjalan karena perkembangan zaman globalisasi namun tampaknya sengaja disusun secara sistemik oleh kepentingan kelompok tertentu yang hanya merasa etnis atau agamanya saja yang benar sedangkan yang lain adalah ajaran yang salah. Padahal dalam setiap agama sesungguhnya telah mengajarkan kebaikan namun seringkali implementasinya banyak terjadi penyimpangannya.
Om Samani Va akutih samana hrdayani vah. Samanam astu vo mano yatha vah susahasati. (Rg Veda. X.191.2)
Marilah seluruh umat manusia berdoa kepada Tuhan agar dapat disatukan dan tidak ada diskriminasi.  Wahai umat manusia, hiduplah dengan harmoni dan kerukunan. Hendaknya bersatu dan bekerjasama. Berbicaralah sebagai satu bangsa dan ambilah keputusan dengan satu pikiran, seperti orang-orang suci di masa lalu yang telah melaksanakan kewajibannya

            Melihat kondisi bangsa yang berada dalam masa krisis pemahaman pancasila sudah seharusnya mahasiswa kembali bangkit dan berjuang demi bangsa dan Negara. Mahasiswa dapat merumuskan kembali arah pergerakan mahasiswa di zaman reformasi mengembalikan kembali semangat pancasila demi mengatasi segala permasalahan yang ada di masyarakat. Hanya mahasiswa yang dapat mengambil peranan strategis untuk dapat mengangkat kembali pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila tersebut. Mahasiswa pulalah yang memiliki kewajiban untuk membawa kembali aspirasi mahasiswa dalam pergerakan pembangunan bangsa dan Negara.
            Penyampaian aspirasi mahasiswa sesungguhnya tidak seharusnya dilakukan dengan anarkis ataupun menutup jalan sehingga mengganggu banyak kepentingan masyarakat. Sudah saatnya aksi mahasiswa mengalami revolusi kreatifitas yang mana membawa nilai-nilai kebudayaan dalam setiap penyampaian aspirasi itu. Misalnya saja dengan mengadakan Talkshow Terbuka yang dilengkapi pertunjukan kesenian kebudayaan maupun teaterikal budaya yang menyuarakan kritik-kritik membangun bagi pemerintahan. Atau dapat pula dengan melakukan orasi namun dilengkapi dengan pakaian adat seni dan budaya tradisional setempat. Dengan penyampaian aspirasi yang baik dari mahasiswa serta perhatian yang responsive dari pemerintah maka akan melahirkan hubungan ketergantungan yang harmonis antara masyarakat dan pemerintahannya. Dalam Niti Sastra juga menjelaskan tentang hubungan yang saling ketergantungan antara masyarakat dan pemerintahannya.
SINGHA RAKSAKAN1NG HALAS. HALASIKANG RAGSENG HARE NITYASA
SINGHA MWANG WAN A TANPADIRT. PADAWIRODANGDAHTIKANGKESARI,
RUGBRASTANGWANADENIKANGJANA. TINON WREKSANYA SIRNA PADANG,
SINGHANGAT RIJURANG NIKANG TEGAL AYUNADANG. SAMPUN DINON DUR LABA
Artinya:
Singa adalah penjaga hutan, hutan selalu melindungi singa, jika singa dengan hutan berselisih, mereka marah lalu singa meninggalkan hutan. Hutan dirusak dan pohon-pohon ditebangi manusia sampai mejadi terang, Singa lari bersembunyi dalam lembah atau di tengah-tengah ladang, diserbu dan dibinasakan orang. Jadi, karena tidak bersatu antara hutan dan singa, hutan menjadi rusak karena ditebangi orang dan singa pun mati dibunuh orang karena tidak mempunyai tempat tinggal, kedua-duanya hancur.
Hutan disini juga dapat menjadi pengertian yang lebih luas yakni lingkungan sekitar termasuk pemerintahan ataupun Negara tempat masyarakat berlindung.  Singa dalam hal ini adalah Mahasiswa yang sudah seharusnya menyampaikan aspirasi untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dengan mewujudkan pengamalan Pancasila yang baik.
           
           

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama