Situasi perpolitikan di Bali semakin memanas seiring dengan munculnya calon gubernur kejutan yaitu Winasa-Sudiartana. Pemandangan jalanan di Bali telah dihiasi baliho-baliho yang bertebaran dari kota hingga ke pelosok desa. Isu-isu panas bermunculan dari mulai mencuri start kampanye, baliho yang dirobek atau mengaku dirobek demi pencitraan bahkan hingga terjadi pengusiran oleh Gubernur Bali karena merasa tersinggung. Bantuan politik tidak tuluspun dibagi-bagikan juga telah disambut dengan baik oleh masyarakat yang juga mengambil kesempatan dalam kondisi panas perpolitikan di Bali.
Begitu banyak pula upaya-upaya politik yang
dilakukan dengan menghalalkan segala cara demi menghadapi persaingan ketat dan
menjatuhkan lawan politiknya. Kecurangan kemungkinan akan terjadi dimana-mana
dalam pemilihan gubernur di Bali pada tahun ini. Kondisi seperti ini juga sangat
rawan adanya money politics. Money Politics bahkan telah menyebar di kalangan
mahasiswa dan banyak organisasi yang telah ditawari sejumlah dana untuk
melakukan dukungan-dukungan politik.
Selain itu konflik-konflik perpecahanpun
kemungkinan besar dapat terjadi. Konflik tersebut dapat terjadi dimulai dari
gesekan kampanye hingga potensi kerusuhan apabila calon gubernur yang mereka
dukung ternyata mengalami kekalahan. Apalagi bila terdapat banyak ketidakadilan
maupun kecurangan yang ada dalam indikasi kekalahannya.
Masyarakat sebaiknya dapat menyadari dan
mengantisipasi kondisi yang sangat rawan tersebut . Kondisi ini membutuhkan dukungan
dari berbagai pihak untuk dapat berperan aktif dalam melakukan
pengawasan-pengawasan disetiap proses politik yang terjadi. Setiap pemimpin di
masyarakat diharapkan dapat menjaga kondisi keamanan lingkungannya dan jangan
sampai menjadi profokator yang membawa masyarakatnya ke dalam konflik. Apabila
merasa terdapat kecurangan-kecurangan yang terjadi harap segera melaporkan
kepada Panwaslu maupun langsung kepada Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali.
Biarkan mereka yang bertanggung jawab dan memiliki wewenang untuk melaksanakan
tugas dan jangan bertindak merugikan
diri sendiri dengan merusak fasilitas umum maupun asset pemerintahan di Bali yang tidak ada hubungannya dengan proses
perpolitikan apalagi hingga terjadi bentrok fisik dari masing-masing tim
sukses. Tujuan kita bersama adalah membangun Bali bukan merusak Bali.
Selain itu, Lembaga yang berwenang
diharapkan dapat menjaga netralitas dengan tidak memihak salah satu calon
gubernur. Panwaslu harus dapat bertindak dengan tegas terhadap setiap
kecurangan kecurangan yang ada dan dapat menyelidiki setiap laporan-laporan
yang ada dari masyarakat. Pemerintah juga sebaiknya bekerjasama dengan setiap
elemen masyarakat jangan justru ikut-ikut memanfaatkan jabatan untuk mencuri
start kampanye.
Marilah kita bersama-sama menciptakan dan
membangun Bali dan berpikir secara jujur terhadap siapa pemimpin yang
benar-benar layak untuk memimpin Bali. Pemimpin yang bisa membawa perubahan dan
menyelesaikan berbagai macam permasalahan di Bali. Mulai dari sampah,
kemacetan, menjaga alam Bali dan benar-benar berpihak kepada rakyat kecil bukan
menjual Bali kepada Infestor Asing.
Tags:
Karya Perubahan