Pesta Kesenian Bali Jangan Didominasi “Pasar Tidak Seni”

            Pesta Kesenian Bali (PKB) merupakan pameran kesenian terbesar di Bali, bahkan menjadi salah satu pameran terbesar di Indonesia yang diselenggarakan selama sebulan dalam setiap tahunnya di Bali. Dalam Pesta Kesenian Bali dipertunjukan berbagai macam kesenian-kesenian berupa kerajinan, tari-tarian, bondres, Joged, Wayang Gong Kebyar, Teater , Nyanyian tradisional maupun modern bernuansa kekayaan budaya Bali. Tiap-tiap daerah di Bali juga ikut berperan aktif dalam mempertunjukan kesenian-kesenian andalan daerahnya. Kesenian-kesenian yang dipertunjukan di PKB sungguh sangat mengagumkan yang memang harus dilestarikan dan dikembangkan sebagai asset budaya yang menjadi kebanggaan Bali.
Ribuan masyarakat dari seluruh Bali berduyun-duyun setiap hari mengunjungi taman budaya tempat diselenggarakannya PKB tersebut, hingga tempat diselenggarakannya PKB menjadi penuh dan sesak hingga berdesak-desakan. Namun sebagian besar dari masyarakat hanya datang ke PKB untuk mengunjungi pasar murah yang tidak berbeda jauh dengan Pasar Kreneng yang menjual baju ,tas , kaset dan barang-barang lain yang tidak memiliki unsur kesenian keunikan budaya. Padahal masih banyak kesenian-kesenian unik di Bali yang kesulitan untuk dapat memamerkan keseniannya dalam PKB akibat dari tidak mampu membayar biaya sewa stand, terbatasnya tempat maupun karena takut kalah bersaing dengan barang tidak seni yang memang lebih jauh murah. Pemasaran dan pertunjukan kerajinan juga menjadi tidak maksimal dengan dominasi dari pasar tidak seni yang dapat membuat kualitas Pesta Kesenian Bali dipertanyakan nama besarnya. Selain itu masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan budaya juga dapat merasa terganggu kenyamanannya jika harus berdesak-desakan layaknya berbelanja di pasar biasa.
Pesta Kesenian Bali merupakan kebanggaan budaya terbesar di Bali, akan lebih baik lagi apabila seluruh jenis kesenian di Bali dapat dipertunjukan dalam pesta budaya tersebut. Pemerintah harus dapat berperan lebih aktif dengan mengajak desa adat dan banjar setempat untuk bersama-sama mengembangkan penyelenggaraan PKB dengan memisahkan antara pameran kerajinan dan pasar tidak seni untuk rakyat agar berjarak lebih jauh dari tempat diselenggarakannya PKB. Tempat pasar tidak seni sekarang sebaiknya diganti dengan pameran kesenian-kesenian budaya yang lebih beraneka ragam dari setiap daerah sehingga hal tersebut dapat memacu lebih banyak pengrajin untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian Bali. Selain itu dibutuhkan bantuan pemerintah agar para pedagang kesenian juga mendapatkan kemudahan akses dan biaya sewa yang lebih murah untuk memasarkan kerajinannya di PKB. Dengan kemudahan-kemudahan tersebut diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat para pedagang kerajinan kecil yang dewasa ini mulai tergerus oleh kebesaran toko kerajinan oleh-oleh khas Bali yang bermodal besar. 
Pesta Kesenian Bali juga akan lebih megah lagi apabila dunia pendidikan dapat berpartisipasi lebih aktif didalamnya sebagai kompensasi dari pemindahan pasar murah tersebut. Setiap Universitas maupun sekolah menengah atas akan lebih meningkatkan perhatiannya untuk mengembangkan seni yang tidak hanya dipertunjukan oleh beberapa perguruan tinggi saja. Kesenian budaya Bali merupakan kebanggaan Bali yang harus dirasakan juga oleh setiap generasi muda yang akan menjadi pemimpin dan penjaga Bali ini di masa mendatang. Untuk itu diperlukan kerjasama korelatif yang lebih baik antara pemerintah, desa adat , pelajar dan masyarakat luas untuk bekerjasama mewujudkan konsep terbaik dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Bali terutama dalam menghadapi dunia globalisasi yang penuh tantangan terhadap keunikan budaya Bali.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama