Togel merupakan salah satu jenis perjudian yang secara jelas menipu masyarakat dengan perbandingan kemungkinan kemenangan dengan hasil yang tidak adil bahkan sistem penentuan kemenangan tidak dapat secara jelas diketahui masyarakat. Selain itu sumber dari togel tidak di ketahui secara pasti oleh penjudi itu sendiri, mereka sebagian besar hanya mengetahui dari wacana tidak akurat yang mengatakan bahwa yang menentukan angka kemenangan adalah bandar dari Singapura atau Malaysia. Namun, dapat terlihat jelas bahwa Bandar judi lokal berjamur dimana-mana belum lagi masing-masing memiliki pengecer yang sudah masuk kesetiap sudut negeri ini termasuk di Bali bahkan meluas hingga kesetiap sudut masyarakat pedesaan.
Walaupun
sudah jelas merugikan, masyarakat sulit untuk bisa berhenti untuk memasang nomor
togel mengingat sudah menjadi budaya masyarakat yang tidak bias lepas dari nikmatnya
mimpi kemenangan meskipun berbeda dengan kenyataan yang memberinya lebih banyak
kekalahan. Kerugian tidak hanya dari sektor ekonomi masyarakat tapi juga dari segi
waktu yang terbuang percuma, secara mencolok bandar togel membodohi masyarakat dengan
kertas paito sehingga masyarakat sibuk merumuskan, menjumlahkan bahkan mencampurbaurkannya
dengan mimpi semalam.
Togel
berbeda dengan perjudian lain seperti sabung ayam (metajen) yang mungkin masih memiliki
aspek budaya tradisional Bali dan aspek hiburan meskipun tidak jarang pula
ditemukan bebotoh professional yang menjadikan
berjudi sebagai pekerjaan utamanya. Namun dalam tajen itu sendiri uang yang ada masih berputar di lingkungan tersebut
berbeda dengan togel yang uangnya jauh pergi entah kemana bahkan sebagian besar
ke Luar Bali.
Bandar
togel tidak ada yang miskin semuanya berlimpah harta ini membuktikan betapa banyak
uang yang sudah dirampok dari masyarakat miskin. Meskipun secara jelas togel sangat
memiskinkan masyarakat, namun aparat terkesan bungkam. Bahkan penangkapan segelintir
pengecer togel disinyalir hanyalah sandiwara belaka. Banyaknya Laporan masyarakat
menjadi mubazir setelah aparat menggeledah bandar judi togel besar namun tidak ditemukan
bukti. Apakah ini cukup membuktikan kemandulan inteligen ? atau kegagalan penggeledahan
membuktikan konsinyasi hubungan simbiosis mutualisme bandar dan aparat ? apakah
benar laporan masyarakat yang palsu?. Faktanya masih banyaknya beredar nomor-nomor
togel hingga pelosok desa sejak sekian lama telah cukup membuktikan bahwa bandar
togel masih menari-nari riang gembira diatas penderitaan rakyat kecil.
Masyarakat
sudah bosan dengan kekecewaan terhadap aparat atas masih banyaknya beredar togel
yang tidak tertangani. Apalagi ada desas-desus yang mengungkapkan bahwa adanya pengecer
kecil sengaja mendaftarkan diri bersedia ditahan selama beberapa bulan dengan sejumlah
imbalan cukup besar dari bandar besar. Hal tersebut juga mengindikasikan seperti
adanya hubungan korelasi antara aparat penegak hukum dan bandar besar.
Mengingat
hal tersebut para wakil rakyat juga tidak boleh tinggal diam, paling tidak dapat
melihat sendiri seperti apa fakta dalam masyarakat kecil kemudian mendesak pihak
kepolisian untuk serius memberantas togel dari akarnya bukan sekedar dari daunnya
(pengecer). Semoga dengan wakil rakyat secara langsung mewakili ketidakpuasan masyarakat
dapat memicu kepolisian untuk memperbaiki kinerjanya selama ini dengan menyelidiki
kebenaran dari desas-desus tersebut dan menjawab keraguan masyarakat. Selain itu
diperlukan pula Perda khusus yang memerangi togel agar bandar togel dapat ditindak
secara tegas oleh hukum yang lebih berat.
Tags:
Karya Perubahan