Monyet Sang Hyang Ambu Menanti Uluran Tangan Pemerintah

Bila anda hendak menuju ke Bali Timur di Karangasem dan melintas dari arah selatan maka tentunya akan melewati Bukit Sang Hyang Ambu. Daerah ini adalah berupa perbukitan yang menyajikan pemandangan berupa sawah membentang luas dan pinggiran pantai yang membiru di arah selatan. Bukit Sang Hyang Ambu terletak di Desa Adat/Pakraman Bugbug, Kecamatan Karangasem. Yang menarik di bukit ini adalah  kehadiran ratusan monyet yang bisa hadir setiap saat di antara dahan-dahan pohon yang menjuntai di pinggir jalan. Keberadaan monyet itu sendiri sebagai bagian dari konservasi yang harus senantiasa dijaga kelestariannya. Monyet-monyet disini tidaklah terlalu liar seperti yang ada di Sangeh.
Monyet ini terpaksa turun kejalan karena kehabisan makanan di bukit , bahkan tidak jarang monyet ini turun keperkebunan warga karena kelaparan terutama saat musim kemarau. Monyet ini hanya mengharapkan belas kasian dari pengendara motor/mobil yang kebetulan singgah untuk memberinya makan. Jinaknya monyet ini tentu memudahkan para penculik monyet yang tidak bertanggung jawab untuk dijadikan peliharaan pribadi atau dijual apalagi tidak ada pengawasan yang intensif. Dengan berkeliarannya monyet dijalan secara sembarangan juga menyebabkan sangat rawan kecelakaan yang membahayakan bagi monyet yang berusaha mencari makan.
Kondisi monyet di Sang Hyang Ambu ini sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah untuk bekerjasama dengan Desa Pakraman Bugbug dalam menciptakan suatu lingkungan yang lebih baik bagi kelangsungan hidup monyet tersebut. Selain itu pemerintah dapat memaksimalkan manfaat dari kehadiran monyet dan pemandangan indah bukit ini untuk menjadi objek wisata yang ramah lingkungan seperti yang ada di Sangeh. Dengan menciptakan objek wisata tersebut tentu akan semakin banyak dikunjungi wisatawan yang memberikan makanan bagi monyet. Apalagi lokasi bukit inipun sangat strategis yang mana sangat dekat dengan wilayah Candidasa yang banyak dikunjungi wisatawan. Tentu dengan menata bukit ini akan menguntungkan dari semua segi baik bagi monyet, lingkungan, pemerintah daerah, pariwisata maupun meningkatkan kesejahtraan Desa Pakraman Bugbug.
Seperti yang telah dijelaskan dalam Kitab Manawa Dharmasastra bahwa semua mahkluk hidup adalah bagian percikan dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita sebagai manusia wajib bersyukur karena atman telah menjadi mahluk hidup yang utama yaitu memiliki Sabda, Bayu dan Idep.  Jika makhluk hidup bisa saling menyayangi maka keselarasan  hidup akan terwujud. Manusia sebagai ciptaan yang termulia,  mempunyai  kewajiban menjalin keselaran baik dengan Sang Pencipta, sesama kehidupan  dan alam  semesta beserta isinya. Kita wajib melindungi ,mengasi dan menyayangi mahluk lainnya termasuk monyet.





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama