Sang Bintang


Dinamika politik Indonesia berada pada puncak perubahan,
Para tokoh-tokoh besar mulai bersatu untuk mengalahkan Sang Bintang
Perang besar di panggung Jakarta kini terulang menjadi perang besar politik Indonesia,

Masyarakat bawah diguncang keyakinannya
Petani , nelayan dan para pedagang mulai dibingungkan
Salah akan terlihat benar, benar akan terlihat salah

Akankah darah berubah warna menjadi pelangi ?
Masihkah hari esok, melindungi birunya langit  ?
Benarkah padi di sawah telah menguning ?

Semuanya ditentukan dari seberapa kokoh banteng-banteng dalam berbaris melindungi sawahnya

Traktor modern akan segera datang.
Membawa perubahan, membawa pembaharuan, menuju masyarakat globalisasi,
Pencakar langit akan menggantikan sawah-sawah
Menutup lautan menjadi ladang pengusaha, menyerap lapangan kerja
Sang Banteng hanya akan dikurung dalam kandang dan dipotong untuk dimakan
Sang Petani akan sibuk mencari kerja berebut dengan mahasiswa

Semua mengharapkan cahaya,
Kenyataannya tak satupun menjamin mendatangkan cahaya,
Yang ada hanyalah janji yang dibingkai dengan visi & misi,
Sang Bintang mungkin membawa cahaya perubahan

tapi akankah Sang Bintang mampu melawan Ibu Pertiwi ?
Janji bisa saja dimanipulasi oleh sistem

Sang Bintang tentu tidak sendiri,
Ia diperkuat oleh jutaan bintang lain,
diperkuat oleh rembulan.
Namun ia juga datang bersama kegelapan malam.
Tantangan besarnya adalah merubah malam menjadi siang.
Itu adalah sesuatu yang mustahil,
kecuali ia ditemani keajaiban dengan anugrah Yang Maha Kuasa.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama