Selasa, 25 Maret 2014

Sang Bintang


Dinamika politik Indonesia berada pada puncak perubahan,
Para tokoh-tokoh besar mulai bersatu untuk mengalahkan Sang Bintang
Perang besar di panggung Jakarta kini terulang menjadi perang besar politik Indonesia,

Masyarakat bawah diguncang keyakinannya
Petani , nelayan dan para pedagang mulai dibingungkan
Salah akan terlihat benar, benar akan terlihat salah

Akankah darah berubah warna menjadi pelangi ?
Masihkah hari esok, melindungi birunya langit  ?
Benarkah padi di sawah telah menguning ?

Semuanya ditentukan dari seberapa kokoh banteng-banteng dalam berbaris melindungi sawahnya

Traktor modern akan segera datang.
Membawa perubahan, membawa pembaharuan, menuju masyarakat globalisasi,
Pencakar langit akan menggantikan sawah-sawah
Menutup lautan menjadi ladang pengusaha, menyerap lapangan kerja
Sang Banteng hanya akan dikurung dalam kandang dan dipotong untuk dimakan
Sang Petani akan sibuk mencari kerja berebut dengan mahasiswa

Semua mengharapkan cahaya,
Kenyataannya tak satupun menjamin mendatangkan cahaya,
Yang ada hanyalah janji yang dibingkai dengan visi & misi,
Sang Bintang mungkin membawa cahaya perubahan

tapi akankah Sang Bintang mampu melawan Ibu Pertiwi ?
Janji bisa saja dimanipulasi oleh sistem

Sang Bintang tentu tidak sendiri,
Ia diperkuat oleh jutaan bintang lain,
diperkuat oleh rembulan.
Namun ia juga datang bersama kegelapan malam.
Tantangan besarnya adalah merubah malam menjadi siang.
Itu adalah sesuatu yang mustahil,
kecuali ia ditemani keajaiban dengan anugrah Yang Maha Kuasa.

Jumat, 21 Maret 2014

Pemimpin Harapan Masyarakat Bali

 Made Mangku Pastika         39%                  (Gubernur Bali)
I.B Rai Dharmawijaya M    17%                  (Walikota Denpasar)
A.A Puspayoga                   10%                   (Mantan Wakil Gubernur Bali)
Ketut Sudikerta                     9%                   (Wakil Gubernur Bali)

Selain itu muncul tokoh-tokoh pilihan diantaranya Arya Wedakarna (President Soekarno Center), Agus Suradnyana (Bupati Buleleng), Wayan Koster (DPR RI), I.B Putu Sukarta (Wakil DPRD Bali), Pasek Suardika (DPR RI), Winasa (Mantan Bupati Jembrana), A.A Gede Agung (Bupati Badung), Dewa Sukrawan (Ketua DPRD Buleleng), Sumarjaya Linggih (DPR RI), Agus Suradnyana ( Bupati Buleleng), Adi Wiryatama (Mantan Bupati Tabanan), Wayan Geredeg (Bupati Karangasem), Sudirta (DPD RI),A. A Oka Ratmadi (Ketua DPRD Bali), I.B Yudha Triguna (Dirjen Hindu) DLL.

Sabtu, 15 Maret 2014

Anugrah Terindah dari Tuhan

Rabu, 05 Maret 2014

TRUTH OF HINDU

"Kalau beratus-ratus ribu matahari terbit di langit pada waktu yang sama, mungkin cahayanya menyerupai cahaya dari kepribadian terbaik yang ada di alam semesta " (Bhagavad Gita 11.12)

Begitu berharganya memiliki kepribadian yang baik, namun kita seringkali menyampingkannya. Harus lebih banyak belajar tidak hanya ilmu tetapi lebih pada kepribadian diri.