Senin, 11 Agustus 2014

KEWAJIBAN SUAMI & ISTRI Menurut Weda dan Manawa Dharmasastra

KEWAJIBAN SUAMI-ISTRI
Menurut Weda dan Manawa Dharmasastra



Hubungan "suami-istri" dalam kitab suci Veda

Suami hendaknya mengucapkan janji dan harapan kepada istrinya. “Wahai istriku menjadilah pelopor dalam hal kebaikan, cerdas, teguh, mandiri, mampu merawat dan memelihara rumah, senantiasa taat kepada hukum seperti halnya bumi pertiwi. Aku memilikimu untuk kesejahtraan dan kebahagiaan keluarga (Yajurveda XIV.22).

“Seorang istri sesungguhnya adalah seorang cendekiawan dan mampu membimbing keluarganya”(Rgveda VIII.33.19).

Seorang wanita, istri atau ibu juga hendaknya berpenampilan lemah lembut dan menjaga dengan baik setiap bagian tubuhnya. “Wahai wanita, bila berjalan lihatlah ke bawah, jangan menengadah dan bila duduk tutuplah kakimu rapat-rapat”(Rgveda VIII.33.19).

“Wahai istri, tunjukkan keramahanmu, keberuntungan dan kesejahtraan, usahakanlah melahirkan anak. setia dan patuhlah kepada suamimu (Patibrata), siap sedialah menerima anugrah-Nya yang mulia” (Atharvaveda XIV.1.42).

“Wahai para istri, senantiasalah memuja Sarasvati dan hormatlah kamu kepada yang lebih tua” (Atharvaveda XIV.2.20).

Sungguhlah dosa besar jika seorang istri berani terhadap suaminya, berkata kasar terhadap suaminya. “Hendaknya istri berbicara lembut terhadap suaminya dengan keluhuran budi pekerti” (Atharvaveda , III.30.2).

Sesungguhnya untuk mewujudkan kesejahtraan dan kebahagiaan keluarga tidaklah semata tanggung jawab ibu, istri atau suami saja, tapi kedua belah pihak berusaha mewujudkan hal tersebut : “Wahai suami istri, binalah keluhuran keluarga, bekerjalah keras untuk meningkatkan kesejahtraan hidupmu. semoga kemashuran dan kekayaan yang engkau peroleh memberikan kebahagiaan” (Rgveda V.28.3).

“Wahai suami-istri, tekunlah dan tetaplah laksanakan kebajikan, hanya orang yang memiliki Sradha (keimanan) yang teguh akan sukses di dunia ini” (Atharvaveda VI.122.3).

Suami istri tidak dibenarkan terlalu menurutkan hawa nafsunya dan senantiasa tekun untuk mewujudkan kesejahtraan dan kebahagiaan : “Hendaknya dorongan nafsu seksual tidak menodai kesucian pribadi”(Atharva Veda)

Sebagai seorang istri tahan ujilah kamu, rawatlah dirimu, lakukan tapa brata, laksanakan Yajna di dalam rumah, bergembiralah kamu, bekerjalah keras kamu, engkau akan memperoleh kejayaan” (Yajurveda XVII.85).

“Jadikanlah rumahmu itu seperti sorga, tempat pikiran-pikiran mulia, kebajikan dan kebahagiaan berkumpul di rumahmu itu”(Atharvaveda VI.120.3).

“Hendaknya dewi kemakmuran bersedia tinggal disini, tempat yang menyenangkan di rumah ini, dalam keluarga dan juga pada ternakmu” (Yajurveda VI.120

Hendaknya manis bagaikan madu cinta kasih dan pandangan antara suami dan istri, penuh keindahan.Hendaknya senantiasa hidup bersama dalam suasana bahagia tanpa kedengkian tanpa penghianatan. Mereka stu jiwa bagi keduanya” (Atharvaveda VII.36.1)


 “Wahai suami dan istri hendaknya kamu berbudi pekerti yang luhur, penuh kasih sayang dan kemesraan di antara kamu. Lakukan tugas dan kewajibanmu dengan baik dan patuh kepada hukum yang berlaku. Turunkanlah putra-putri yang perwira, bangunlah rumahmu sendiri dan hiduplah dengan suka cita di dalamnya” (Atharvaveda XIV.2.43).

KEWAJIBAN SUAMI TERHADAP ISTRINYA menurut Manawa Dharmasastra

Manava Dharmasastra IX.2,3,9 dan 11 dapat dirangkumkan sebagai berikut :

a. Suami wajib melindungi istri dan anak-anak serta memperlakukan istri dengan wajar dan hormat. Wajib memelihara kesucian hubungannya dengan saling
mempercayai sehingga terjamin kerukunan dan keharmonisan rumah tangga.

b. Suami hendaknya menyerahkan harta kekayaannya dan menugaskan istrinya untuk mengurusnya juga urusan dapur, upacara agama dalam rumah tangga dan dalam upacara-upacara yang besar bersama suaminya.

c. Suami berusaha menjamin kehidupan istrinya serta memberikan nafkah, terutama bila dalam suatu urusan atau ketika ia harus melaksanakan tugas ke luar daerah.

d. Suami wajib membahagiakan istrinya dan mengusahakan agar antara mereka sama-sama menjamin kesucian pribadi dan keturunannya dengan tidak selingkuh serta menjauhkan diri dari segala unsur lain yang mengakibatkan perceraian.

e. Suami hendaknya selalu merasa puas dan bahagia bersama istrinya karena bila dalam rumah tangga suami istri selalu merasa puas, maka rumah tangga itu akan terpelihara kelangsungannya.

f. Suami wajib menjalankan Dharma Grhastha denganbaik, Dharma kepada keluarga (Kula Dharma), terhadap masyarakat dan bangsa (Vamsa Dharma) serta wajib mengawinkan putra-putrinya pada waktunya.

g. Suami berkewajiban melaksanakan Sraddha, Pitrapuja kepada leluhurnya, memelihara anak cucunya serta melaksanakan Yajna. Demikian antara lain tugas dan tanggung jawab suami sebagai Bapak atau sebagai kepala rumah tangga. Bila dilaksanakan dengan baik, kelangsungan dan kebahagiaan rumah tangga atau keluarga akan dapat diwujudkan.


Kitab Manavadharmasastra menyatakan hendaknya suami istri tidak jemu-jemunya mengusahakan dan mewujudkan kerukunan serta kebahagiaan rumah tangga: “Hendaknya laki-laki dan perempuan yang terikat dalam ikatan perkawinan, tidak jemu-jemunya mengusahakan dan mewujudkan agar mereka tidak bercerai, mewujudkan kesejahtraan dan kebahagiaan dan jangan melanggar kesetiaan antara yang satu dengan yang lainnya” (Manawa Dharmasastra IX.102).
“Hendaknya hubungan yang setia berlangsung sampai mati, singkatnya, hal ini harus diyakini sebagai hukum yang tertinggi bagi suami-istri”(Manawa Dharmasastra IX.101).


“Demikianlah Ibu, dalam kasih sayang kepada anaknya sama rata, sebab baik anaknya mampu atau tidak mampu, yang baik budi pekertinya atau yang tidak baik, yang miskin atau kaya, anak-anaknya itu semua dicintai dan dijaganya, diasuhnya mereka itu, tidak ada yang melebih kecintaan ibu dalam mencintai dan mengasuh anak-anaknya’ (Sarasamuccaya 245).


Hubungan Suami Istri menurut Manawa Dharmasastra III
27:
ACCHADYA CARCAYITWA CA
SRUTI SILA WATE SWAYAM
AHUYA DANAM KANYAYA
BRAHMA DHARMAH PRAKIRTITAH
Pemberian seorang gadis yang sudah dirias (sudah matang) kepada seorang laki-laki yang beragama (Hindu) dan berbudi luhur untuk dikawinkan atas persetujuan ayah-ibu mereka keduanya, disebut Brahmana wiwaha.

37:
DASA PURWANPARAN WAMSYAN
ATMANAM CAIKAWIMCAKAM
BRAHMIPUTRAH SUKRITA KRNMOCA
YEDENASAH PTRRN
Anak yang lahir dari Ibu yang dikawini secara Brahmana wiwaha, jika ia melakukan hal-hal yang berguna, ia membebaskan dosa-dosa sepuluh tingkat leluhurnya, dan sepuluh tingkat keturunannya.

42:
ANINDITAIH STRI WIWAHAIR
ANINDYA BHAWATI PRAJA
NINDITAIRNINDITA NRRNAM
TASMANNINDYAN WIWARJAYET
Dari perkawinan terpuji akan lahirlah putra-putri yang terpuji; dan dari perkawinan tercela lahir keturunan tercela; karena itu hendaklah dihindari bentuk-bentuk perkawinan tercela.

45:
RTU KALABHIGAMISYAT
SWADARANIRATAH SADA
PARWAWARJAM WRAJECCAINAM
TAD WRATO RATI KAMYAYA
Hendaknya suami menggauli istrinya dalam waktu-waktu tertentu dan selalu merasa puas dengan istrinya seorang, ia juga boleh dengan maksud menyenangkan hati istrinya mendekatinya untuk mengadakan hubungan kelamin pada hari apa saja kecuali hari Parwani.
55:
PITRBHIR BHRATRBHIS
CAITAH PATIBHIR DEWARAISTATHA
PUJYA BHUSAYITA WYASCA
BAHU KALYANMIPSUBHIH
Wanita harus dihormati dan disayangi oleh ayah-ibu dan mertuanya, kakak-kaknya, adik-adiknya, suami dan ipar-iparnya yang menghendaki kesejahteraan sendiri.
56:
YATRA NARYASTU PUJYANTE
RAMANTE TATRA DEWATAH
YATRAITASTU NA PUJYANTE
SARWASTATRAPHALAH KRIYAH
Di mana wanita dihormati disanalah para Dewa-Dewa merasa senang, tetapi dimana mereka tidak dihormati tidak ada upacara suci apapun yang akan berpahala.
57:
SOCANTI JAMAYO YATRA
WINASYATYACU TATKULAM
NA SOCANTI TU YATRAITA
WARDHATE TADDHI SARWADA
Di mana warga wanitanya hidup dalam kesedihan, keluarga itu cepat akan hancur, tetapi dimana wanita itu tidak menderita, keluarga itu akan selalu bahagia.
58:
JAMAYO YANI GEHANI
CAPANTYA PATRI PUJITAH
TANI KRTYAHATANEWA
WINASYANTI SAMANTATAH
Rumah di mana wanitanya tidak dihormati sewajarnya mengucapkan kata-kata kutukan, keluarga itu akan hancur seluruhnya seolah-olah dihancurkan oleh kekuatan gaib.
59:
TASMADETAH SADA PUJYA
BHUSANACCHA DANA SANAIH
BHUTI KAMAIRNARAIR NITYAM
SATKARESUTSA WESU CA
Oleh karena itu orang yang ingin sejahtera harus selalu menghormati wanita pada hari-hari raya dengan memberi hadiah perhiasan, pakaian dan makanan.
60:
SAMTUSTO BHARYAYA BHARTA
BHARTRA TATHAIWA CA
YASMINNEWA KULE NITYAM
KALYANAM TATRA WAI DHRUWAM
Pada keluarga dimana suami berbahagia dengan istrinya dan demikian pula sang istri terhadap suaminya, kebahagiaan pasti akan kekal.
Sang alaki rabi sane saling asih kawiyaktian nyane sampun ngemanggihin kerahayuan
61:
YADI HI STRI NA ROCETA
PUMAMSAM NA PRAMODAYET
APRAMODAT PUNAH PUMSAH
PRAJANAM NA PRAWARTATE
Kalau istri tidak mempunyai wajah berseri, ia tidak akan menarik suaminya, tetapi jika sang istri tidak tertarik pada suaminya tidak akan ada anak yang lahir.
Yening stri tan setata nyemita, tan kengin sang meraga lanang sih asih ring stri, taler yening stri sekadi inucap, punika sane ngawinang sang alaki rabi tan presida ngawentenang sentana
62:
STRIYA TU ROCAMANAYAM
SARWAM TADROCATE KULAM
TASYAM TWAROCAMANAYAM
SARWAMEWA NA ROCATE
Jika sang istri selalu berwajah berseri-seri seluruh rumah akan kelihatan bercahaya, tetapi jika ia tidak berwajah demikian semuanya akan kelihatan suram.
63:
KUWIWAHAIH KRIYA LOPAIR
WEDANADHYAYANENA CA
KULANYA KULAM TAMYANTI
BRAHMANATI KRAMENA CA
Dengan perkawinan secara rendah yaitu dengan mengabaikan upacara pemujaan, dengan mengabaikan pelajaran Weda dan dengan tingkah laku yang tidak hormat kepada Sulinggih, keluarga-keluarga besarpun akan berantakan.
66:
MANTRATASTU SAMRDDHANI
KULANYALPA DHANANYAPI
KULASAMKHYAM CA GACHANTI
KARSANTI CA MAHADYACAH
Tetapi keluarga-keluarga yang kaya dalam pengetahuan Weda walaupun mempunyai kekayaan sedikit mereka dapat dimasukkan dalam golongan keluarga yang mulia serta mendapatkan kemakmuran.
75:
SWADHYAYE NITYAYUKTAH
SYADDAIWE CAIWEHA KARMANI
DAIWAKARMANI YUKTO HI
BIBHARTIMDAM CARACARAM
Hendaknya setiap orang yang menjadi kepala rumah tangga setiap harinya menghaturkan mantra-mantra suci Weda (Puja Trisandya) dan juga melakukan upacara pada para Dewa karena ia yang rajin dalam melakukan upacara yadnya pada hakekatnya membantu kehidupan ciptaan Hyang Widhi yang bergerak (mahluk hidup) maupun yang tidak bergerak (alam semesta).

Kamis, 17 Juli 2014

Rekapitulasi Suara Jokowi-JK di setiap Kecamatan di Bali



Perolehan Suara Total.
1. Prabowo-Hatta
Jumlah suara : 614.241 = 28,58%
2. Jokowi-JK
Jumlah suara : 1.535.110= 71,42%


Klungkung.
1.Prabowo 33,65% ,   
2. Jokowi  66,35






Buleleng
1. Prabowo-Hatta 30,69%
2.Jokowi-JK  69,31%




Tabanan
1.Prabowo 28%,  2 Jokowi 72%

Bangli
1.Prabowo 26,68%,   2. Jokowi 73,32%

 Gianyar
1. Prabowo 22,28%  , 2.Jokowi 77,72%

Karangasem
1.Prabowo 33,56%, 2. Jokowi 66,44%
Jembrana
1.Prabowo 33,7%  ,. 2.Jokowi. 66,3%
 Denpasar
1. Prabowo 24,85%,            2.Jokowi 75,15%

Badung
1. Prabowo 29,2 %,   2.Jokowi  60,8%

Rabu, 09 Juli 2014

Hasil Quickcount Setiap Provinsi Versi Prabowo dan Versi Jokowi

 Versi penghitungan Prabowo menang 52,04% Vs Jokowi 47,96%
3 kemenangan terbaik Prabowo ada di Sumatra Selatan, Bengkulu, Sumatra Barat
3 kemenangan terbaik Jokowi ada di Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat dan Bali


Versi RRI, memenangkan Jokowi 53, 87% Vs Prabowo 46,13% (data 100%)
3 kemenangan terbaik Jokowi ada di Sulawesi Barat, Bali, Sulawesi Selatan
3 kemenangan terbaik Prabowo ada di Sumatra Barat, NTB dan Gorontalo

Berikut hasil-hasil dari lembaga survey lainnya.



Diolah dari berbagai sumber

Sabtu, 21 Juni 2014

Survey Litbang Kompas 21 Juni 2014



HINGGA tiga minggu menjelang Pemilu Presiden 2014, dua pasangan kandidat masih bersaing ketat.
Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla masih memimpin popularitas dukungan masyarakat dengan 42,3 persen, unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang dipilih oleh 35,3 persen. Namun, dengan perbedaan sekitar 7 persen, masih mungkin terjadi perubahan karena jumlah warga yang belum menentukan pilihan cukup besar.
Hasil survei ini memperlihatkan ketatnya persaingan dan perebutan pengaruh, baik dalam dimensi kewilayahan maupun kelompok sosial. Sebanyak 22,4 persen responden yang belum menentukan pilihannya akan menjadi lahan perebutan pengaruh yang sangat menentukan kemenangan.
Dinamika politik hari-hari ke depan yang terjadi di sejumlah daerah dan perubahan pandangan pada kelompok-kelompok sosial akan turut berperan memperlebar atau mempersempit margin suara antarkandidat.

Jawa dan Sumatera
Wilayah Pulau Jawa dengan jumlah pemilih 58 persen dan Sumatera 21 persen dari total jumlah pemilih Indonesia menjadi lahan perebutan suara yang paling ketat.
Ketatnya persaingan tersebut terlihat dari hasil survei. Di Jawa, suara untuk pasangan Jokowi-JK hanya terpaut tipis, unggul sekitar 4,5 persen dari pasangan Prabowo-Hatta. Di Sumatera, perbedaan suara lebih berimbang, keunggulan Jokowi-JK hanya terpaut 4,1 persen dari pesaingnya.
Wilayah Jawa seolah terbelah dua yang memperlihatkan pola dukungan yang berbeda. Jawa bagian barat, khususnya Provinsi Banten dan Jawa Barat, dukungan untuk pasangan Prabowo-Hatta terlihat lebih kuat daripada Jokowi-JK. Sebaliknya, di Jawa bagian timur, yakni Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, pilihan lebih banyak dijatuhkan kepada Jokowi-JK.
DKI Jakarta sebagai barometer perpolitikan nasional mencerminkan persaingan yang sangat ketat sekaligus kuatnya fanatisme kepada setiap kandidat. Sedikitnya jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan (12,2 persen) menunjukkan bahwa Jakarta sebagai wilayah yang relatif sudah sulit untuk berubah.
Wilayah Jawa yang masih sangat mungkin untuk berubah adalah Provinsi Jawa Timur. Meski ada kecenderungan kemenangan tipis untuk Jokowi-JK, sesungguhnya mereka masih sulit diprediksi menang.
Wilayah Nahdlatul Ulama terbesar yang menjadi basis Partai Kebangkitan Bangsa ini masih menyisakan keraguan yang sangat kentara. Di sini, mereka yang belum menentukan pilihan masih 27 persen, terbesar di antara semua wilayah Jawa.
Kelas sosial
Sejauh ini pasangan calon nomor urut satu, Prabowo-Hatta, lebih banyak dipilih oleh kalangan sosial berpendidikan tinggi, kaum penganggur, pegawai negeri sipil, dan pegawai swasta. Pemilih pasangan ini juga lebih banyak dari kalangan laki-laki dibandingkan pemilih perempuan.
Sebaliknya, pasangan Jokowi- JK cenderung lebih menarik minat kaum perempuan dan ibu rumah tangga. Pasangan ini juga mampu menarik perhatian kalangan berpendidikan rendah, kelas sosial menengah ke bawah, serta pelajar dan mahasiswa. Petani dan nelayan juga lebih banyak mendukung pasangan ini.

Sumber
http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/06/21/1729172/survei.litbang.kompas.pemilih.mengambang.jadi.penentu

Senin, 09 Juni 2014

Prabowo-Hatta berhasil ungguli Jokowi -JK di DKI Jakarta & Banten



Survey LSI dengan 2400 Sampel di 7 Kota Indonesia (70% penduduk,), margin error 2%,









Jika survei LSI menempatkan Jokowi-JK diposisi teratas, tidak dengan survei yang dilakukan lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN), dan dirilis Kamis (5/6). Hasil survei SPIN menempatkan elektabilitas pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta, terus meningkat pasca Deklarasi Damai 3 Juni 2014 lalu yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Berdasarkan hasil Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang melakukan jejak pendapat via telepon pada 1 - 4 Juni 2014, Prabowo-Hatta mendapat perolehan suara 44,9 persen," kata Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (5/6).
Elektabilitas pasangan yang diusung Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, Golkar dan PBB ini meninggalkan duet Joko Widodo-JK. Dalam survei ini, elektabilitas Jokowi-JK hanya 40,1 persen. "Sedangkan responden yang menjawab tidak tahu masih ada sebesar 15 persen," kata Igor.
Dijelaskan Igor, Prabowo menerima banyak pujian usai menyampaikan pidato pada acara Deklarasi Pemilu Presiden 2014 Berintegritas dan Damai yang diselenggarakan KPU.
Menurutnya, perpaduan kandidat presiden yang berlatar belakang militer - Jawa dengan wapres dari kalangan sipil - luar Jawa, ternyata masih menjadi primadona masyarakat, yaitu 43,7 persen. Hal ini unggul dibanding kombinasi capres sipil - Jawa dengan wapres sipil-non Jawa, yang hanya 41,3 persen.
Igor menambahkan tren kenaikan tingkat keterpilihan pasangan Prabowo-Hatta equivalen dengan ketidakpercayaan publik terhadap isu negatif Prabowo yang selama ini dicitrakan sebagai sosok pemarah dan emosional.
Pasca pengambilan nomor urut capres-cawapres di KPU dan Deklarasi Damai, masyarakat lebih melihat sosok mantan Danjen Koppasus tersebut yang semakin humanis dan bersahabat. "Publik merespon positif perilaku politik Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, yang sudah mengucapkan selamat dan terima kasih kepada banyak pihak, termasuk kompetitornya Jokowi-JK," katanya.
Sebaliknya, ia menambahkan, publik kurang mengapresiasi sikap Jokowi yang sering dicitrakan sopan, tapi tampak tegang, dan terlihat enggan membalas ucapan bersahabat dari lawan politiknya. Padahal, lanjut Igor, di negara demokrasi paling maju seperti Amerika saja, saling sebut antara kontestan di depan khalayak sudah menjadi keharusan saat pendeklarasian bersama.
Hal ini penting untuk menunjukkan kedewasan dalam berpolitik, dan menghindari sikap politik kekanak-kanakan. "Jadi, menunjukkan rasa persahabatan pada masyarakat dalam kompetisi pilpres yang damai dan berintegritas adalah perlu," tegasnya.


Jejak pendapat lembaga SPIN dilakukan dengan metode wawancara kepada 1.070 responden pengguna telepon dan yang mempunyai televisi, di 10 kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Padang, Palembang, Manado, Kupang, dan Balikpapan) dan dipilih secara acak berdasarkan buku petunjuk telepon rumah dari PT Telkom.
Dengan Margin of error 2,9 persen dan Level of confident 95 persen, jejak pendapat SPIN tidak merepresentasikan penduduk Indonesia secara keseluruhan, tetapi cukup menggambarkan masyarakat perkotaan yang punya televisi dan telepon rumah. Kegiatan jejak pendapat SPIN ini menggunakan dana pribadi dan bukan hasil resmi KPU.